Manfaat Daun Indigofera Yang Bisa Dijadikan Obat

Cedetes – Pernahkah Anda mendengar tentang tanaman atau daun nila? Ternyata itu adalah salah satu makanan hewan peliharaan yang paling terkenal dan paling banyak digunakan karena kandungan nutrisinya.

Namun, daun nila memiliki banyak manfaat lain. Penasaran? Simak ulasan berikut ini, yuk!

Kandungan Gizi Daun Indigofera

Indigofera merupakan salah satu genus legum pohon terbesar dengan sekitar 700 spesies dan 45 spesies tersebar di daerah tropis. Indigofera sebagian besar berupa semak, meskipun beberapa membentuk pohon kecil yang tingginya mencapai 5 hingga 6 meter.

Ciri utama tumbuhan indigofera adalah memiliki daun menyirip dengan ukuran 3-25 cm, dengan bunga kecil berbentuk tandan dengan panjang 2-15 cm. Tanaman ini sangat toleran terhadap kekeringan dan salinitas (tingkat salinitas garam laut).

Daun indigofera mengandung berbagai nutrisi, seperti:

  • Protein kasar: 87,9%
  • Lemak kasar: 3,70%
  • Serat kasar: 14,96%
  • Kalsium: 0,22%
  • Fosfor: 0,18%
  • Beta karoten
    Xantofil

Manfaat Daun Indigofera

Daun indigofera memiliki beberapa manfaat tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi hewan dan lingkungan.

1. Sumber Makanan Bergizi

Indigofera zollingeriana merupakan salah satu legum hijau yang memiliki kandungan protein tinggi sehingga baik untuk dikonsumsi ternak. Kandungan protein daun nila yang tinggi baik untuk penggemukan ternak.

Selain itu, tanaman ini mudah dicerna, sehingga nutrisi yang diserap lebih banyak daripada yang terbuang bersama feses. Kandungan mineralnya juga ideal untuk kebutuhan ternak dan membantu hewan tumbuh lebih optimal.

Daun indigofera termasuk makanan yang menghasilkan pakan ternak sepanjang tahun karena tahan kekeringan. Tanaman ini juga cenderung memiliki daun yang lebat dan dapat berproduksi banyak.

Tumbuhan yang tersebar di daerah tropis Asia ini kaya akan asam amino lengkap dan vitamin yang larut dalam lemak. Ditambah lagi, seperti dilansir website Dinas Pertanian Provinsi Banten, pakan ternak ini murah dan berkualitas.

Dipercaya bahwa satu hektar daun nila cukup untuk 10 ekor sapi. Sedangkan satu hektar padang rumput biasanya cukup untuk 1 ekor sapi. Hal tersebut berdampak pada penurunan biaya produksi ternak dan penurunan harga daging di pasaran.

2. Pewarna Batik

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang sangat khas. Di Indonesia, corak dan warna batik sangat beragam dan mencerminkan asal daerah masing-masing. Berbagai jenis batik yang cukup terkenal yaitu batik Pekalongan, batik Semarang, batik Solo dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dahulu, pewarnaan batik tidak dilakukan dengan pewarna kimia. Batik kuno menggunakan tumbuhan untuk mengambil pewarna. Dengan demikian, sifat kain yang dibuat adalah menghormati lingkungan dan kulit manusia.

Salah satu tanaman yang digunakan sebagai pewarna adalah daun nila. Daun Indigofera tinctoria mengandung zat pewarna yang memiliki karakter warna biru kehijauan sampai biru tua atau disebut wedelan.

Warna biru alami dari Indigofera tinctoria ini menembus jauh ke dalam kain sehingga memberikan ketahanan luntur warna yang luar biasa. Oleh karena itu, cara pewarnaan dengan pewarna alami, termasuk daun nila, masih dipertahankan dengan batik tradisional.

Selain untuk menjaga keluhuran tradisi membatik, hal ini juga dikarenakan tingkat ketahanan luntur warna yang lebih baik. Baik terhadap bahan kimia lain seperti deterjen asam atau paparan sinar matahari yang berkepanjangan.

3. Pupuk Hijau

Tumbuhan indigofera merupakan tumbuhan polong-polongan yang bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium sp. sehingga dapat mengikat lebih banyak nitrogen dari udara. Hal ini memungkinkan tanaman ini untuk memperbaiki keadaan bahan organik tanah dan kadar nitrogen dalam tanah, sehingga mengurangi penggunaan pupuk kimia.

4. Sebagai tanaman hias

Indigofera sering digunakan sebagai tanaman hias. Memang, beberapa spesies Indigofera memiliki bunga yang unik dengan lengkungan batang yang indah, seperti Indigofera autralis.

5. Pengendali Erosi

Tanaman berkayu (pohon) Indigofera dapat digunakan sebagai tanaman model dalam sistem tanam gang di daerah dengan kontur terjal. Oleh karena itu, tanaman ini dapat menekan erosi. Bisa juga ditanam di sekitar tanaman pangan, seperti di daerah dengan bentuk lahan miring.

6. Sebagai Obat

Daun indigofera mengandung beberapa senyawa tambahan yang dapat digunakan sebagai obat. Senyawa ini terutama ditemukan di daun dan akar. Terpenoid, saponin dan flavonoid merupakan senyawa yang banyak digunakan dalam pengobatan.

Berbagai jenis tanaman indigofera digunakan sebagai antipiretik (penurun demam dan analgesik), pencahar dan diuretik. Selain itu, senyawa dalam daun nila juga berguna untuk membantu meredakan gigitan ular, lebah, dan serangga lainnya.

Sumber:

Penyebab anak susah tidur

Tips kesehatan